ini blog baru gw yah..
ketikaniseng.blogspot.com
c ya!
No, it’s not bout something important, but i just think:
di hidup saya yang udah berjalan sekitar 21 tahun 8 hari ini, saya belum pernah memberi apa2 bagi orang tua, terutama mama.
APAPUN.

Dimas Ramaditya, Thanks for ur 24hours-available-crunchy-laugh and funny-rational-advices this night. i really love it. always
“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Alhamdulillah…. Allah selalu ada di setiap saat
Saya udah meneguhkan hati (duileh) untuk serius di bidang ini, akuntansi syariah, walaupun saya ga syariah-syariah amat. hehe… Dan untuk menunjukkan keseriusan itu, saya mengambil tema skripsi tentang rekomendasi standar sukuk untuk Indonesia. Ide ini dicetuskan oleh Mbak Miranti Kartika Dewi beberapa bulan yang lalu. Awalnya saya ragu, namun saya mau menerima tantangan ini.
Untuk membuat proposal skripsi saja sungguh sangat sulit
apalagi masalah literatur. Mata saya jereng dan kepala saya pusing. Yah, saya termasuk orang yang cepet pusing klo liat layar komputer. hehe.. radiasi kali yeeeeee… :p mungkin usaha saya ini belum maksimal, saya hanya berkutat dengan internet dan buku-buku di perpustakaan, belum mencoba mencari literatur yang lain.
dan puncaknya kemarin, saya bingung bener-bener bingung, setelah berkunjung ke PEBS (Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah) di kampus, saya ga juga dapet Sharia Standard No 17 tentang investasi sukuk
, yang ada di PEBS saat itu cuman standar akuntansi nya saja… dan ga tau kenapa, tiba2 aja sekitar malem jam 11-an gitu, Fahmi, teman saya yang sekarang kuliah di MMU, online. Langsung saya sapa. awalnya cuma tanya kabar haha hihi, tapi kemudian saya menanyakan informasi tentang ekonomi di Malaysia sama Fahmi. EH dia nanya: KONVENSIONAL atau SYARIAH??? dari situ saya senang sekali akhirnya ada orang yang membedakannya
memang fahmi pinter! hehe…
kemudian dari situ fahmi bersedia bantu saya untuk menjawa pertanyaan2 yang saya butuhkan untuk skripsi. tentu saja bukan fahmi yang menjawab
tapi insyaAllah dari yang lebih berkompeten, dosen FEM IPB, Bang Irfan, dahulunya ketua PPIM, anak dari KH Didin Hafidhudin. Saya langsung mengirimkan list pertanyaan ke Fahmi dan fahmi meneruskan ke Bang Irfan.
Ternyata masih ada langit di atas langit
bang Irfan meneruskan pertanyaan saya ke orang yang lebih berkompeten, yaitu Bang Ronald, skr bekerja di Islamic Financial Service Board. wah wah wah…
alhamdulillah…. saya pun diberikan alamat imel beliau… dan sekarang lagi menunggu jawabannya. Saya senang sekali, pertolongan Allah datang lewat orang2 yang tidak saya sangka..
doakan eka yah semuanyaaaaaaaaa
semoga skripsinya bisa lancar. Amiin
i’m back, world!
seneng gak, seneng gak, hayo ngakuuu!!! hehe
wew, udah semester 7 ajah ya (gak) kerasa banget banget banget. sumpah.sumpah.sumpah (gak) kerasa banget. haha
teman, di sini saya ga akan ngungkapin semuanya, kecuali sama orang2 yang mau doain saya, yah saya mau jujur!
semester 7, maka kita harus sering dan kerap kali (hiperbolis gw) denger pertanyaan sakral:
“kapan lulus…”
“mau skripsi kapan…”
“mau nikah kapan..” eh itu engga yah? hehe..
jujur sebenernya saya bingung loh jawabnya klo ditanya yang demikian. Bingung, dan kdang saya takut.
bingung karena saya memang ga tau bakal lulus kapan
takut karena nanti yang saya bilang itu ga kecapai dan takutnya orang yang nanya ga mau doain saya..
ga tau yah, jujur aja saya seriiiiiiiiiiiing banget suudzon sama org, bahkan sama diri sendiri. ck ck ck…
saya belum menemukan titik merah yang akhirnya membuat saya yakin menjawab
“tahun ini”
“tahun depan”
sampai sekarang saya sebagai orang yang suka banget ngambil jalan aman, menjawab “yah target sih, tapi yang penting ga lebih dari 4 taun”. hehehe…
Saya ga tau sih, apakah pertanyaan ini segitu pentingnya untuk dipikirkan jawabannya. Saya lebih suka orang bilang “cepetan lulus yaaaaa… saya doain” dengan senyum dan wajah yang berseri2.
apa itu artinya, saya bukan orang yang suka dengan tantangan? :-/ hemmm…
yah bagaimana pun, itu mungkin sifat jelek saya yang harus (segera) saya ubah, sebagaimana beberapa sifat jelek yang pernah saya ubah.
Tapi sebenernya semua pertanyaan-pertanyaan itu membuat saya terpicu loh untuk lulus lebih cepat. biar ga ada yang nanya2 lagi. hehehe
)
apapun itu, saya mahasiswi tingkat akhir sekarang,
Kalau harus menunggu sampai semester 8 nanti, saya akan semakin malu dengan diri saya sendiri dan semakin sering ga bisa tidur karena pertanyaan “apa yang udah lo berikan?”
saya harus segera menyelesaikan urusan saya dengan FEUI kalau prestasi bayangan semester 8 masih gambling.
saya lebih suka yang pasti.
Apakah postingan ini menjawab pertanyaan anda…?